Zulkarnain Lubis 'Maradona dari Indonesia' Tutup Usia
PSSI

Zulkarnain Lubis 'Maradona dari Indonesia' Tutup Usia

Keluarga besar sepak bola Indonesia kembali kehilangan salah satu insan terbaiknya. Legenda Tim Nasional Indonesia, Zulkarnain Lubis meninggal dunia pada Jumat (11/5) pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit Pertamina Pali, Sumatera Selatan.

bandung-saputra
Bandung Saputra

Mantan pemain Timnas Indonesia era 1980'an ini meninggal di usianya yang ke-59 tahun. Almarhum yang juga suami dari anggota Komite Eksekutif PSSI, Papat Yunisal ini rencananya akan dimakamkan di Binjai, Sumatera Utara hari ini juga.

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono mengatakan bahwa PSSI ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Zulkarnain Lubis.

"PSSI dan Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa kita dalam hal sepak bola. Perjuangan dan semangat beliau untuk memajukan sepak bola Indonesia akan kami teruskan," kata Joko.

"Beliau bersama istri yakni Ibu Papat Yunisal yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI merupakan salah satu pasangan sepak bola di Indonesia yang harus kita teladani. PSSI sangat berterimakasih atas dedikasi, komitmen dan kontribusi besar Zulkarnain Lubis untuk sepak bola Indonesia," tambah pria yang juga Wakil Presiden AFF ini.

Selama menjalani karier sebagai pemain profesional, Zulkarnain nyaris membawa Indonesia menembus Piala Dunia 1986. Ketika itu, Timnas Indonesia berhasil menjuarai sub Grup 3 B dan melaju ke babak penyisihan kedua untuk menghadapi Korea Selatan (Korsel). Sayang, Indonesia harus mengakui keunggulan dari Korsel dengan skor telak 6-1 dalam dua leg.

Aksinya di lapangan tengah menyita perhatian sehingga dia mendapat julukan Maradona Indonesia. Permainan menawan Zulkarnain di lini tengah membuat sosoknya begitu menonjol saat tampil di lapangan. Rambut gondrongnya yang serupa dengan penampilan Maradona, diduga menjadi alasan publik menjulukinya Maradona Indonesia.

Zulkarnain juga pernah memperkuat klub Galatama maupun Perserikatan. Di antaranya PSKB Binjai, Mercu Buana, Yanita Utama, Krama Yudha Tiga Berlian, hingga Petrokimia Putra.

Pada masa terakhir hidupnya, ia aktif dalam pengembangan sepak bola wanita termasuk menjadi tim pemandu bakat yang menyeleksi pemain di ajang Women Football Road to Asian Games Pertiwi Cup 2017 di Palembang. Selain itu, Zulkarnain juga menjadi Komite Teknik di sepak bola wanita.

Selamat jalan legenda, terimakasih untuk pengabdiannya di sepak bola !

VAVEL Logo