PSSI Gelar Kursus Instruktur Wasit di Semarang

Demi meningkat kualitas wasit dan update peraturan pertandingan terbaru, PSSI menggelar kursus Instruktur Wasit di Semarang mulai Rabu-Sabtu (18-21/7).

PSSI Gelar Kursus Instruktur Wasit di Semarang
PSSI

Acara tersebut diikuti 28 peserta yang terdiri atas wasit, asisten wasit, dan pengawas pertandingan. Mereka mendapat materi dari Direktur Teknik Wasit PSSI, Toshiyuki Nagi, asal Jepang.

Ketua Komite Wasit PSSI, Condro Kirono, berharap peserta kursus ini bisa menjadi garda terdepan dalam pengembangan SDM wasit di Indonesia. Mengingat saat ini jumlah wasit di Indonesia masih kurang. Idealnya, jumlah wasit di Indonesia 20 ribu orang. Tapi, yang ada saat ini hanya sekitar tiga ribu.

"Peserta kursus ini bisa dikatakan mbahnya wasit. Mereka punya pengalaman dan pengetahuan soal Law of The Game. Jadi, kami berharap mereka bisa menjadi instruktur andal yang mampu melahirkan wasit-wasit muda berkualitas, profesional, dan punya integritas tinggi," kata Condro Kirono yang datang ke acara kursus Instruktur Wasit bersama Ketua Asprov PSSI Jateng yang juga Exco PSSI, Johar Lin Eng.

Lebih lanjut Condro Kirono menyatakan saat ini PSSI sudah berpikir tentang regenerasi wasit. Karena itu, pelatihan-pelatihan terhadap wasit muda bakal semakin sering digelar. Salah satu yang sudah dilakukan Condro Kirono yang juga Kapolda Jateng itu adalah menyiapkan wasit muda dari kepolisian. Sekitar 52 anggota polisi yang tertarik terjun dibidang perwasitan akan diikutkan kursus level dasar terlebih dulu.

"Saat ini kami sudah mulai menggodok sekitar 52 anggota untuk dijadikan wasit berkualitas. Mereka berumur 19 sampai 22 tahun. Mereka akan mendapatkan latihan fisik dan Law of The Game lebih dulu sebelum mengikuti kursus. Dengan demikian, jika lulus nanti mereka diharapkan bisa menjadi wasit yang profesional dan integritas," ujar Condro yang juga Exco PSSI itu.

Kursus Instruktur Wasit ini dibuka oleh Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha Destria. Dalam sambutannya, Sekjen menyatakan PSSI bersama FIFA mencoba untuk terus membangun kemampuan wasit. Harapannya, pada tahun 2030 ada wasit indonesia yang mampu memimpin di Piala Dunia. Untuk itu, FIFA menggelontor dana besar guna mendorong Indonesia meningkatkan kemampuan wasit.

"Langkah awal, PSSI mendatangkan Nagi yang dikontrak dua tahun untuk membenahi kualitas wasit. Selain itu, kami juga menggelar kursus untuk instruktur wasit se-Indonesia. Targetnya PSSI ingin punya instruktur wasit dan instruktur fitnes wasit asprov se-Indonesia yang berjumlah 34 orang," kata Tisha.