Kisah Haru Di Balik Gelar Juara Dunia Marc Marquez 2018
twitter/@HRC_motoGP

Kisah Haru Di Balik Gelar Juara Dunia Marc Marquez 2018

Pembalap Tim Repsol Honda Marc Marquez mengunci gelar juara dunia motoGP musim 2018 setelah finis pada posisi  pertama di Twin Ring Motegi, Jepang Minggu (21/10/2018). Kemenangan ini diraih setelah rival terdekatnya, pembalap Ducati Andrea Dovisiozo terjatuh pada lap ke-23 di tikungan sepuluh yang menyebabkannya tak bisa melanjutkan balap. 

gitapermata
Gita Permata

Marc Marquez memang layak menjadi juara dunia motoGP 2018.  Ia menunjukkan teknik membalap yang matang,  diramu dengan pemahaman karateristik sirkuit, motor, ban, dan kecerdasan membaca situasi menjadi senjata Marc untuk meraih gelar keenammnya musim ini.

 

Dilansir dari buku biography pertama Marc Marquez yang diluncurkan 4 Juni 2013 lalu,  dengan judul  “Los Suenos Se Cumplen”  yang artinya mimpi menjadi kenyataan ada cerita menarik  di balik deretan gelar dan rekor yang dipecahkannya tersebut. Marc Marquez Alenta yang lahir di Cervera, Spanyol 17 Februari 1993,  bukan terlahir dari keluarga pembalap. Ayahnya, Julia Marquez merupakan operator konstruksi penggalian,  sementara ibunya roser Alenta bekerja sebagai sekretaris.

Karir balap Marquez berawal di usianya yang ke empat tahun, ia mendapatkan hadiah sebuah motor balap bekas dari orangtua nya. Agar terlihat menarik, ayah Marquez mengecat ulang motor tersebut. sementara untuk baju balapnya Marc juga mengunakan baju balap bekas yang ditambal agar sesuai dengan postur tubuhnya. 

Perjuangan Julia dan Roser Alenta mewujudkan mimpi anaknya menjadi pebalap sungguh luar biasa, keduanya mengaku harus menahan lapar dan menabung, demi bisa membelikan sepatu balap bagi Marquez. Apalagi ditambah krisis yang membelit spanyol saat itu membuat kedua anaknya yaitu Marc dan Alex saling berbagi pakaian balap.

 

Namun perjuangan kedua orangtua Marquez untuk mewujudkan impian anaknya berhasil. Marc mencatat prestasi enam gelar juara dunia hingga saat ini menjadikan Marc menjadi pembalap tersukses di Spanyol. Marquez juga berada di jajaran pembalap dengan gaji tertinggi yakni 131 milliar rupiah untuk kontrak dua tahun bersama tim Repsol Honda. 

 

Gelar juara dunia ke-tujuh ini membuat Marquez memecahkan rekor  pembalap termuda yang memenangi tujuh gelar juara dunia motoGP di usianya 25 tahun 264 hari. Rekor sebelumnya di pegang Valentino Rossi di usia 26 tahun 221 hari.  Jika konsisten mempertahankan performanya pada musim-musim berikutnya, bukan tak mungkin  Marquez akan menjadi legenda baru motoGP dan mematahkan rekor rekor yang telah diukur Valentino Rossi. Selain itu dengan gelar juara dunia ke-lima MotoGP ini Marc Marquez menyamai gelar Juara Dunia milik legenda MotoGP Mick Doohan.

VAVEL Logo