Pada game pertama, Jonatan sudah memimpin jauh 17-12, namun perlahan Anthony menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Anthony kembali memberikan tekanan pada Jonatan saat terus unggul 20-19 dan akhirnya memenangkan setting point 22-20. 

 

"Saya sudah leading di game pertama tapi tidak bisa menyelesaikan, itu cukup fatal karena game pertama adalah modal buat saya. Ini saya jadikan pengalaman, saya harus lebih siap lagi," kata Jonatan

 

"Di game pertama saya ketinggalan tapi saya berpikir kalau game ini belum selesai dan saya masih punya kesempatan," ungkap Anthony.

 

Di game kedua, Jonatan membalas, Anthony yang sudah unggul 15-10, masih terus terkejar oleh Jonatan. Bahkan pada kedudukan match point 20-19, satu angka kemenangan gagal diamankan Anthony. Jonatan merebut tiga angka berturut-turut dan memaksakan dimainkannya game penentuan. 

 

Anthony memegang kendali penuh dalam pertarungan di game ketiga. Jonatan sempat menyamakan kedudukan 9-9, namun Anthony tak mau mengulangi kesalahan yang ia lakukan di game kedua. Bermain cepat dan menyerang, Anthony tak memberikan kesempatan pada Jonatan dan menang dengan selisih angka cukup jauh.

 

"Saya sudah mengira bakal ramai pertandingannya, kami sudah sering bertemu juga di latihan. 

Ginting lebih agresif kali ini. Waktu ketinggalan di game pertama, dia banyak menekan. Pada game terakhir, saya tidak bisa menahan permainannya yang agresif dan cepat," tambah Jonatan.

 

"Saya menyayangkan waktu poin saya tersusul di game kedua, padahal sudah match point. Di game pertama Jojo masih agak pasif mainnya, saya lebih inisiatif di permainan depan. Saya hampir tersusul lagi di game ketiga, tapi saya fokus setiap bola naik harus tingkatkan power dan akurasi smash nya. Saya juga sering mengubah tempo permainan," tambah Anthony.

 

Saat berita ini diturunkan, Tommy Sugiarto tengah berhadapan dengan unggulan kelima asal India, Kidambi Srikanth. Sementar Tommy unggul di game pertama dengan skor 21-10.